Senin, 04 Juni 2018

kilas balik?

Lucu rasanya ketika mengetahui blog ini masih aktif. Bahkan sebenarnya, aku juga sudah lupa kalau blog ini masih "bernyawa".

Membuka halaman blog ini, secara tidak langsung mengingatkanku akan kenangan masa lalu ketika masa sekolah dulu. Yah, wajar saja, blog ini terlahir berkat sebuah tugas yang diberikan oleh seorang guru.

Ketika aku membuka blog ini untuk pertama kalinya setelah sekian tahun, tanpa sengaja aku melirik ke arah blogroll yang berisi daftar blog teman-temanku dulu. Dengan iseng, aku mencoba membuka beberapa halaman blog milik mereka. Kebanyakan sudah tidak dapat diakses, namun beberapa masih "hidup", seperti blog milikku salah satunya.

Bibirku seketika tersenyum ketika membuka salah satu blog milik kawanku yang berisi beberapa foto ketika jaman sekolah dulu. Seketika, aku terlarut dalam arus nostalgia.

Menyenangkan rasanya mengingat-ingat keadaan saat masa sekolah dulu. Bebas. Seperti tidak ada beban. Nongkrong di depan kelas atau di bawah pohon sepulang sekolah, makan nasi kuli super murah di kantin, mengerjakan PR di sekolah... kangen rasanya mengingat masa itu.

Beban paling berat pada saat itu hanyalah memikirkan PR dan ulangan, paling mentok saat memusingkan ujian nasional. Dibanding dengan sekarang, rasanya beban pada saat itu tidak ada apa-apanya.

Lima tahun sudah sejak kami terakhir kali mengenakan seragam putih abu-abu. Tentu saja, keadaan sudah tidak lagi seperti dulu. Masing-masing dari kami saling berpencar, meniti karir dan mencari jalan demi masa depan.

Ada yang sudah lulus kuliah, ada yang baru kuliah. Ada yang sedang mengerjakan skripsi, ada yang sudah wisuda. Ada yang sudah bekerja, ada juga yang memilih buka usaha sendiri. Ada yang masih mencari cinta, ada juga yang sudah menikah... bahkan punya anak.

8 tahun menjaga tali pertemanan memang bukan perkara mudah. Beberapa diantara kami ada yang sudah hilang kontak, namun beberapa masih ada yang sering berkomunikasi bahkan kumpul bareng. Aku sendiri menjadi salah satu yang jarang berkomunikasi, apalagi bertemu. Jarak menjadi faktor utama, dikarenakan saat ini aku sedang mengadu nasib di kota orang. Paling tidak, aku masih bisa bertemu beberapa dari mereka saat aku pulang kampung tiap lebaran.

Ingin rasanya suatu saat nanti, jika masih hidup dan telah menua, kami semua dipertemukan kembali, melihat seberapa jauh waktu membawa kami, sambil mengingat kilas balik disaat muda dulu.

Lucu rasanya menyadari betapa cepatnya sang waktu membawa kita.

0 komentar:

Posting Komentar

Labels

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites